Mengkaji Manfaat Temulawak Mengantarkan Dosen Gizi UNIMUS Menjadi Doktor

Mengkaji Manfaat Temulawak Mengantarkan Dosen Gizi UNIMUS Menjadi Doktor
Dr. Ali Rosidi, SKM., M.Si.
Dr. Ali Rosidi, SKM., M.Si.

GIZI UNIMUS| Dr. Ali Rosidi, SKM, M.Si. Dosen Kebanggaan Program Studi Ilmu Gizi Universitas Muhammadiyah Semarang baru-baru ini (4/2/2014) dikukuhkan sebagai Doktor Ilmu Gizi dari Program Studi Ilmu Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Intitut Pertanian Bogor.

Beliau mempertahankan disertasi dengan judul `Pengaruh Pemberian Ekstrak Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) terhadap Kesegaran Jasmani Atlet`. Disampaikan bahwa ekstrak temulawak memiliki kemampuan untuk mengurangi tingkat MDA, secara signifikan. Ekstrak temulawak bermanfaat untuk kesegaran jasmani atlet. Penurunan kadar MDA (Malondialdehyde) tertinggi pada atlet dilakukan dengan pemberian ekstrak temulawak yang mengandung kurkumin 750 mg.

Bapak Ali Rosidi lahir di Rembang bulan Maret Tahun 1965, tinggal di Pedurungan Tengah Semarang suami dari Ibu Enik Sulistyowai (salah satu Dosen Ilmu Gizi Politeknik Kesehatan Negeri Semarang).

Sejak jaman dahulu nenekmoyang kita telah memanfaatkan rempah ini sebagai bahan baku jamu. Temulawak yang mempunyai nama latin Curcuma xanthorrhiza merupakan tanaman obat yang biasa dijadikan sebagai bahan jamu. Temulawak memiliki bentuk dan warna yang hampir mirip dengan kunyit. Di beberapa daerah temulawak disebut sebagai koneng gede. Temulawak berasal dari famili zingiberaceae, banyak ditemukan di hutan-hutan tempat tropis, terhitung di indonesia, bisa tumbuh di tempat dataran rendah sampai dataran tinggi dengan ketinggian 1. 500 m diatas permukaan laut.

Temulawak mempunyai beberapa kandungan senyawa kimia yang terdapat pada rimpangnya, antara lain berupa fellandrean dan turmerol atau yang sering disebut minyak menguap. Kemudian minyak atsiri, kamfer, glukosida, foluymetik karbinol dan an kurkuminoid. Kurkuminoid terdiri atas kurkumin dan desmetoksikurkumin, yang bermanfaat menetralkan racun, menghilangkan nyeri sendi, meningkatkan sekresi empedu, menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida darah, antibakteri, mencegah pelemakan dalam sel-sel hati, dan antioksidan. Sedangkan minyak atsiri menyimpan khasiat untuk meningkatkan produksi getah empedu dan menekan pembengkakan jaringan.

Sekarang telah banyak digunakan sebagai tanaman obat/jamu herbal yang secara umum telah diyakini manfaatnya oleh masyarakat. Selanjutnya hasil disertasi ini membuktikan secara ilmiah manfaat temulawak bagi kesehatan tubuh manusia.

Gansar T. Pamungkas

Gansar T. Pamungkas

IT Staff in Muhammadiyah Semarang University